Atmosfer Bumi
Atmosfir
bumi adalah lapisan udara yang mengelilingi atau menyelubungi bumi yang
bersama-sama dengan bumi melakukan rotasi dan berevolusi mengelilingi matahari.
Udara yang terkandung dalam atmosfir merupakan campuran dan kombinasi dari gas,
debu dan uap air. Atmosfir berguna untuk melindungi makhluk hidup yang yang ada
di muka bumi karena membantu menjaga stabilitas suhu udara siang dan malam,
menyerap radiasi dan sinar ultraviolet yang sangat berbahaya bagi manusia dan
makhluk bumi lainnya.
. Di
bumi, atmosfer terdapat dari ketinggian 0km di atas permukaan tanah, sampai
dengan sekitar 560 km dari atas permukaan bumi. Atmosfer tersusun atas beberapa
lapisan, yang dinamai menurut fenomena yang terjadi di lapisan tersebut.
Transisi antara lapisan yang satu dengan yang lain berlangsung bertahap. Studi
tentang atmosfer mula-mula dilakukan untuk memecahkan masalah cuaca, fenomena
pembiasan sinarmatahari saat terbit dan tenggelam, serta kelap-kelipnya
bintang. Dengan peralatan yang sensitif yang dipasang di wahana luar angkasa,
kita dapat memperoleh pemahaman yang lebih baik tentang atmosfer berikut
fenomena-fenomena yang terjadi di dalamnya.
Atmosfer Bumi terdiri atas nitrogen (78.17%) danoks igen (20.97%),
dengan sedikit argon (0.9%),karbondioksida (variabel, tetapi sekitar 0.0357%),
uap air, dangas lainnya. Atmosfer melindungi kehidupan dibumi dengan
menyerapradias i sinarultraviolet dari matahari dan mengurangi suhu ekstrem
diantara siang dan malam. 75% dari atmosfer ada dalam 11 km dari permukaan
planet. Atmosfer tidak mempunyai batas mendadak, tetapi agak menipis lambat
laun dengan menambah ketinggian, tidak ada batas pasti antara atmosfer dan
angkasa luar.
Troposfer
Lapisan ini berada pada level yang terendah, campuran gasnya paling ideal untuk
menopang kehidupan di bumi. Dalam lapisan ini kehidupan terlindung dari
sengatan radiasi yang dipancarkan oleh benda-benda langit lain. Dibandingkan
dengan lapisan atmosfer yang lain, lapisan ini adalah yang paling tipis (kurang
lebih 15 kilometer dari permukaan tanah). Dalam lapisan ini, hampir semua jenis
cuaca, perubahan suhu yang mendadak, angin tekanan dan kelembaban yang kita
rasakan sehari-hari berlangsung. Ketinggian yang paling rendah adalah bagian
yang paling hangat dari troposfer, karena permukaan bumi menyerap radiasi panas
dari matahari dan menyalurkan panasnya ke udara. Biasanya, jika ketinggian
bertambah, suhu udara akan berkurang secara tunak (steady), dari sekitar 17℃ sampai -52℃. Pada permukaan bumi yang
tertentu, seperti daerah pegunungan dan dataran tinggi dapat menyebabkan
anomali terhadap gradien suhu tersebut.
Diantara stratosfer dan troposfer terdapat lapisan yang disebut lapisan
Tropopouse.
Stratosfer
Perubahan secara bertahap dari troposfer ke stratosfer dimulai dari ketinggian
sekitar 11 km. Suhu di lapisan stratosfer yang paling bawah relatif stabil dan
sangat dingin yaitu - 70oF atau sekitar - 57oC. Pada lapisan ini angin yang
sangat kencang terjadi dengan pola aliran yang tertentu.Disini juga tempat
terbangnya pesawat.Aw an tinggi jeniscir r us kadang-kadang terjadi di lapisan
paling bawah, namun tidak ada pola cuaca yang signifikan yang terjadi pada
lapisan ini. Dari bagian tengah stratosfer keatas, pola suhunya berubah menjadi
semakin bertambah semakin naik, karena bertambahnya lapisan dengan
konsentrasiozon yang bertambah. Lapisan ozon ini menyerap radiasi sinar ultra
ungu. Suhu pada lapisan ini bisa mencapai sekitar 18oC pada
ketinggian sekitar 40 km. Lapisans tr atopaus e memisahkan stratosfer dengan
lapisan berikutnya
Mesosfer
Kurang lebih 25 mil atau 40km diatas permukaan bumi terdapat lapisan transisi
menuju lapisan mesosfer. Pada lapisan ini, suhu kembali turun ketika ketinggian
bertambah, sampai menjadi sekitar - 143oC di dekat bagian atas dari lapisan
ini, yaitu kurang lebih 81 km diatas permukaan bumi. Suhu serendah ini
memungkinkan terjadi awannoctilucent, yang terbentuk dari kristal es.
Termosfer
Transisi dari mesosfer ke termosfer dimulai pada ketinggian sekitar 81 km.
Dinamai termosfer karena terjadi kenaikan temperatur yang cukup tinggi pada
lapisan ini yaitu sekitar 1982oC. Perubahan ini terjadi karena serapan radiasi
sinar ultra ungu. Radiasi ini menyebabkan reaksi kimia sehingga membentuk
lapisan bermuatan listrik yang dikenal dengan namaionos fer, yang dapat memantulkan
gelombang radio. Sebelum munculnya era satelit, lapisan ini berguna untuk
membantu memancarkan gelombang radio jarak jauh. Fenomenaaurora yang dikenal
juga dengan cahaya utara atau cahaya selatan terjadi disini.
Eksosfer
Adanya refleksi cahayamatahar i yang dipantulkan oleh partikel debu meteoritik.
Cahaya matahari yang dipantulkan tersebut juga disebut sebagai cahaya Zodiakal
Atmosfir bumi adalah lapisan udara yang mengelilingi atau menyelubungi
bumi yang bersama-sama dengan bumi melakukan rotasi dan berevolusi mengelilingi
matahari. Udara yang terkandung dalam atmosfir merupakan campuran dan kombinasi
dari gas, debu dan uap air. Atmosfir berguna untuk melindungi makhluk hidup
yang yang ada di muka bumi karena membantu menjaga stabilitas suhu udara siang
dan malam, menyerap radiasi dan sinar ultraviolet yang sangat berbahaya bagi
manusia dan makhluk bumi lainnya.
Kandungan dalam lapisan atmosfir bumi
- Nitrogen 78,17%
- Oksigen 20,97%
- Argon 0,98%
- Karbon dioksida 0,04%
- Sisanya adalah zat lain seperti kripton, neon, xenon, helium, higrom dan
ozon.
Lapisan-lapisan atmosfer bumi terdiri dari :
1. Troposfer / Troposfir
Ketinggian troposfer : 0 - 15 km
Suhu lapisan troposfir : 17 - -52 derajat celcius
Kurang lebih 80% gas atmosfer berada pada bagian ini
2. Stratosfer / Stratosfir
Ketinggian stratosfer : 15 - 40 km
Suhu lapisan stratosfer : -57 derajat celcius
Lapisan ozon yang memblokir atau menahan sinar ultraviolet berada pada lapisan
ini.
3. Mesosfer / Mesosfir
Ketebalan Mesosfer : 45 - 75 km
Suhu lapisan stratosfer : -140 derajat celcius
Suhu yang sangat rendah dan dingin dapat menyebabkan awan noctilucent yang
terdiri atas kristal-kristal es
4. Thermosfer / Thermosfir
Ketebalan thermosfer : 75 - 100 km
Suhu lapisan stratosfer : 80 derajat celcius
5. Ionosfer / Ionosfir
Ketebalan ionosfer : 50 - 100 km
Adalah lapisan yang bersifat memantulkan gelombang radio. Karena ada penyerapan
radiasi dan sinar ultra violet maka menyebabkan timbul lapisan bermuatan
listrik yang suhunya menjadi tinggi.
6. Eksosfer / Eksosfir
Ketebalan eksosfer : 500 - 700 km
Suhu lapisan stratosfer : -57 derajat celcius
Tidak memiliki tekanan udara yaitu sebesar 0 cmHg
Lapisan Atmosfer Bumi
1.
Troposfer
2.
Stratosfer
3.
Mesosfer
4.
Termosfer (ionosfer)
5.
Eksosfer atau Desifasister
Kandungan Udara Atmosfer
Nama Gas
|
Simbol Kimia
|
Volume (%)
|
Nitogen
Oksigen
Argon
Karbondioksida
Neon
Helium
Ozon
Hidrogen
Krypton
Metana
Xenon
|
N2
O2
Ar
CO2
Ne
He
O3
H2
Kr
CH4
Xe
|
78,08
20,95
0,93
0,034
0,0018
0,0052
0,0006
0,00005
0,00011
0,00015
Sangat kecil
|
Lapisan I – Troposfer
- Lapisan terbawah
dari atmosfer bumi
- Terletak pada
ketinggian 0 – 18 km di atas permukaan bumi.
- Memiliki
pengaruh besar terhadap kehidupan mahkluk hidup di muka bumi
- Terjadi
peristiwa-peristiwa seperti cuaca dan iklim
- 80% dari seluruh
massa gas yang terkandung dalam atmosfer terdapat pada lapisan ini
- Memiliki ciri
khas : suhu (temperatur) udara menurun sesuai dengan perubahan ketinggian,
yaitu setiap naik 100 meter dari permukaan bumi, suhu (temperatur) udara
menurun sebesar ± 0,5°C
Lapisan II – Stratosfer
- Terletak pada
ketinggian antara 18 – 49 km dari permukaan bumi.
- Ditandai dengan
adanya proses inversi suhu, artinya suhu udara bertambah tinggi seiring
dengan kenaikan ketinggian.
- Tidak ada lagi
uap air,awan ataupun debu atmosfer
- Pesawat-pesawat
yang menggunakan mesin jet terbang pada lapisan ini.
Lapisan III – Mesosfer
- Terletak pada
ketinggian antara 49 – 82 km dari permukaan bumi.
- Merupakan
lapisan pelindung bumi dari jatuhan meteor atau benda-benda angkasa luar
lainnya.
- Ditandai dengan
penurunan suhu (temperatur) udara, rata-rata 0,4°C per seratus meter
- Temperatur
terendah di mesosfer kurang dari -81°C,
Lapisan IV – Termosfer/Ionosfer
- Terletak pada
ketinggian antara 82 – 800 km dari permukaan bumi.
- Tempat terjadinya
ionisasi partikel-partikel yang dapat memberikan efek pada
perambatan/refleksi gelombang radio, baik gelombang panjang maupun pendek
- Kenaikan
temperatur dapat berlangsung mulai dari – 100°C hingga ratusan bahkan
ribuan derajat celcius
- Lapisan yang paling
tinggi dalam termosfer adalah termopause
- Temperatur
termopause konstan terhadap ketinggian, tetapi berubah dengan waktu karena
pengaruh osilasi
Lapisan IV – Eksosfer/Desifasister
- Terletak pada
ketinggian antara 800 – 1000 km dari permukaan bumi
- Merupakan
lapisan paling panas dan molekul udara dapat meninggalkan atmosfer sampai
ketinggian 3.150 km dari permukaan bumi
- Merupakan tempat
terjadinya gerakan atom-atom secara tidak beraturan
- Disebut pula
dengan ruang antar planet dan geostasioner.
Lapisan
ini sangat berbahaya, karena merupakan tempat terjadi kehancuran meteor dari
angkasa luar
ATMOSFER
I. Pengertian
Berasal dari bahasa
Yunani, yaituat mos (uap) danshpaira (bola/bumi). Jadi, atmosfer mempunyai
pengertian selubung
berwujud gas yang mengelilingi bumi.
II. Keadaan cuaca
Terdiri dari empat
unsur pokok yang saling mempengaruhi:
•Matahari.
•Posisi suatu daerah terhadap garis lintang bumi.
•Atmosfer.
•Relief muka bumi.
III.Kegunaan atmosfer
IV.Komposisi udara
Komposisi udara
bersih sangat bervariasi dari satu tempat ke tempat yang lain di seluruh dunia.
Rata-rata persentase
(per volume) gas dalam udara bersih dan kering:
Nitrogen
78%
Oksigen 20,8%
Argon 0,9%
Gas lain 0,3%
Gas lain (helium, neon, krypton, xenon, hydrogen, dan
methan) merupakan gas yang permanen. Gas yang tidak permanen misalnya
karbondioksida, ozon, amoniak, uap air, karbonmonoksida, sulfurdioksida, dll.
Udara juga mengandung
uap air yang jumlahnya bervariasi. Udara kering (misal di daerah gurun)
mengandung sedikit
uap air. Udara basah (misal di wilayah hutan tropis) bisa mengandung 6% uap air
v. struktur vertical atmosfer
1.Lapisan troposfer
Gejala cuaca (awan,
petir, topan, badai, dan hujan) terjadi di lapisan ini. Pada lapisan troposfer
terdapat penurunan suhu yang terjadi karena troposfer menyerap sangat sedikit
radiasi gelombang pendek dari matahari, sementara permukaan tanah memberikan
panas pada lapisan troposfer yang terletak di atasnya (dapat melalui konduksi,
konveksi, adveksi, dan turbulensi), serta ada proses
kondensasi dan
sublimasi yang dilepaskan oleh uap air atmosfer.
∗Konduksi
: proses pemanasan secara merambat atau bersinggungan.
∗Konveksi
: proses pemanasan secara vertikal.
∗Adveksi
: proses pemanasan
secara horizontal.
∗Turbulensi
: proses pemanasan secara tidak beraturan.
∗Kondensasi
: proses pendinginan yang mengubah wujud uap air menjadi air.
∗Sublimasi
: proses perubahan wujud es menjadi uap air.
Ciri-ciri lapisan
troposfer:
1.Pertukaran panas
banyak terjadi pada troposfer bawah, sehingga suhu turun dengan bertambahnya
ketinggian
pada situasi meteorologi (ilmu tentang cuaca). Nilainya berkisar antara 0,5°C
dan 1°C tiap 100 meter dengan nilai rata-rata 0,65°C tiap 100 meter. Di wilayah
dataran rendah setiap kenaikan 100 meter, suhu akan mengalami penurunan 0,5° C.
2.Udara troposfer
atas sangat dingin sehingga lebih berat dibandingkan dengan udara di atas
tropopause yang
menyebabkan udara troposfer tidak dapat menembus tropopause.
3.Ketinggian
tropopause lebih besar di ekuator daripada di daerah kutub. Di ekuator,
tropopause
terletak
pada ketinggian 18 km dengan suhu -80°C. Sedangkan di kutub tropopause hanya
mencapai ketinggian 6 km dengan suhu -40°C.Tr
op o p a u se adsalah lapisan udara yang terdapat di antara troposfer
dengan stratosfer.
2.Lapisan stratosfer
Lapisan atmosfer di atas tropopause merupakan lapisan
inversi, artinya suhu udara bertambah tinggi (panas) seiring dengan naiknya
ketinggian. Disebut juga lapisan isothermis. Kenaikan suhu ini disebabkan oleh
lapisan ozonosfer yang menyerap radiasi ultraviolet dari matahari. Bagian atas
stratosfer dibatasi oleh permukaan diskontinuitas suhu yang disebutstratopause.
Stratopause terletak pada ketinggian 60 km dengan suhu 0°C.
3.Lapisan mesosfer
Lapisan mesosfer ditandai dengan penurunan orde suhu 0,4°C
setiap 100 meter, karena lapisan ini mempunyai keseimbangan radiasi yang
negatif. Bagian atas mesosfer dibatasi olehmesopause yaitu lapisan di dalam
atmosfer yang mempunyai suhu paling rendah (-100°C). Ketinggian sekitar 85 km.
4.Lapisan termosfer
Lapisan ini terletak pada ketinggian 85-300 km yang ditandai
dengan kenaikan suhu dari -100°C sampai ratusan bahkan ribuan derajad.
Bagian atas lapisan atmosfer dibatasi olehter mopause yang meluas dari
ketinggian 300- 1000 km. Suhu termopause adalah
konstan terhadap ketinggian, tetapi berubah menurut waktu, yaitu
berhubungan dengan insolasi (incoming
solar radiation). Suhu pada malam hari berkisar antara 300°-1200°C dan pada
siang hari 700°-
1700°C. Densitas
termopause sangat kecil, kira-kira 10 kali densitas atmosfer permukaan tanah
Gambar-gambar
atmosfer
DINAMIKA PERUBAHAN ATMOSFER DAN
DAMPAKNYA TERHADAP KEHIDUPAN
DINAMIKA PERUBAHAN ATMOSFER DAN
DAMPAKNYA TERHADAP KEHIDUPAN
ATMOSFER
- Pengertian
Berasal dari kata atmos
= uap dan spaira = bola
Atmosfer : lapisan
udara yang menyelubungi/ menyelimuti bumi
Unsur gas yang
dominant :
Nitrogen 78,08%
Oksigen 20,95%
Argon 0,95%
Karbon dioksida
0,034%
- Lapisan
Ozon (O3)
mempunyai fungsi melindungi bumi dari radiasi sinar Ultraviolet
Ozon sekarang ini
mulai menipis akibat pengaruh CFC dan CO2
Bahaya penipisan Ozon
:
Kesehatan
manusia
Bahaya
terhadap kesehatan air dan Ekosistem Laut
Mempengaruhi
pertumbuhan tanaman
Greenhouse gasses =
gas rumah kaca
Greenhouse effect =
efek rumah kaca
Global Warming =
pemanasan global akibat effek rumah kaca
- Gejala Optik di
Atmosfer
Pelangi
Halo
: lingkaran sinar putih di sekeliling matahari atau bulan
Aurora
: cahaya yang bersinar pada malam hari di sekitar kutub
Fatamorgana
: ilusi optic yang terjadi karena pembiasan sinar matahari oleh lapisan udara
yang mempunyai kerapan yang berbeda
Dinamika Unsur-Unsur Cuaca dan Iklim
Penyinaran Matahari
Beberapa hal yang
mempengaruhi pemanasan permukaan bumi oleh sinar mata hari :
Sudut
datang sinar matahari
Lamanya
penyinaran
Ketinggian
tempat
Keadaan/
kondisi udara
Angin
dan arus laut
Keadaan
tanah
Sifat
permukaan (darat cepat menerima panas dari pada lautan)
Proses pemanasan
udara :
Konduksi
(bersinggungan): molekul udara bersinggungan dengan permukaan bumi yang
menyimpan panas
Konveksi
: pemanasan secara vertical.
Adveksi:
penyebaran panas secara horizontal
Turbulensi:
persebaran panas secara berputar
Suhu Udara
Alat ukur:
thermometer
Suhu udara adalah
keadaan panas atau dinginnya udara. Alat untuk mengukur suhu udara atau derajat
panas disebut thermometer Biasanya pengukuran dinyatakan dalam skala Celcius
(C), Reamur (R), dan Fahrenheit (F).
Tiap kenaikan
bertambah 100 meter, suhu udara berkurang (turun) rata-rata 0,6oC.
Penurunan suhu semacam ini disebut gradient temperatur vertikal atau lapse
rate. Pada udara kering, besar lapse rate adalah 1oC.
Untuk mengetahui temperatur rata-rata suatu tempat digunakan rumus:
Keterangan:
Tx = temperatur rata rata suatu tempat (x) yang dicari
To = temperatur suatu tempat yang sudah diketahui
h = tinggi tempat (x)
Contoh:
Temperatur permukaan laut = 27o C. Kota X tingginya 1500 m (di Indonesia).
Tanya:
Berapa temperatur rata rata kota X?
Jawab:
Tekanan Udara
Tekanan udara:
tekanan yang disebabkan oleh gaya berat udara itu sendiri.
Alat ukur : Barometer
Altimeter : alat ukur
tekanan udara yang dapat digunakan untuk menentukan ketinggian tempat
Tekanan udara
menunjukkan tenaga yang bekerja untuk menggerakkan masa udara dalam setiap
satuan luas tertentu. Tekanan udara semakin rendah apabila semakin tinggi dari
permukaan laut.
Satuan ukuran tekanan
udara adalah milibar (mb).
1 mb = 3/4 mm tekanan
air raksa (t.a.r)
atau
1.013 mb = 76 cm t.a.r = 1 atmosfer
Garis pada peta yang
menghubungkan tempat-tempat yang sama tekanan udaranya disebut isobar.
Angin
Angin: udara yang
bergerak.
Hukum Buys
Ballot :
“Angin bertiup
dari daerah bertekanan maksimum ke daerah bertekanan minimum, di daerah selatan
katulistiwa berbelok kaearah kiri dan di utara katulistiwa kea rah kanan”.
Alat ukur :
Anemometer
Ada tiga hal penting yang menyangkut sifat angin yaitu:
Kekuatan angin
Arah angin
Kecepatan angin
Sistem/ Jenis Angin
1)
|
Angin
Passat
|
|
Angin
passat adalah angin bertiup tetap sepanjang tahun dari daerah subtropik
menuju ke daerah ekuator (khatulistiwa). Lihat gambar 6:
a) Angin Passat Timur Laut bertiup di belahan bumi
Utara.
b) Angin Passat Tenggara bertiup di belahan bumi Selatan.
Di sekitar khatulistiwa, kedua angin passat ini
bertemu. Karena temperatur di daerah tropis selalu tinggi, maka massa udara
tersebut dipaksa naik secara vertikal (konveksi). Daerah pertemuan kedua
angin passat tersebut dinamakan Daerah Konvergensi Antar Tropik (DKAT).
DKAT ditandai dengan temperatur yang selalu tinggi. Akibat kenaikan massa
udara ini, wilayah DKAT terbebas dari adanya angin topan. Akibatnya daerah
ini dinamakan daerah doldrum (wilayah tenang).
|
2)
|
Angin
Anti Passat
|
|
Udara
di atas daerah ekuator yang mengalir ke daerah kutub dan turun di daerah
maksimum subtropik merupakan angin Anti Passat. Di belahan bumi Utara disebut Angin Anti Passat Barat Daya dan di belahan
bumi Selatan disebut Angin Anti Passat Barat Laut. Pada daerah sekitar lintang
20o - 30o LU dan LS, angin anti passat kembali turun
secara vertikal sebagai angin yang kering. Angin kering ini menyerap uap air
di udara dan permukaan daratan. Akibatnya, terbentuk gurun di muka bumi,
misalnya gurun di Saudi Arabia, Gurun Sahara (Afrika), dan gurun di
Australia.
Di daerah Subtropik (30o – 40o LU/LS) terdapat daerah
“teduh subtropik”yang udaranya tenang, turun dari atas, dan tidak ada angin.
Sedangkan di daerah ekuator antara
10o LU - 10o LS terdapat juga daerah tenang yang
disebut daerah “teduh ekuator” atau “daerah doldrum”
Gambar 6. Sirkulasi Angin.
|
3)
|
Angin
Barat
|
|
Sebagian
udara yang berasal dari daerah maksimum subtropis Utara dan Selatan mengalir
ke daerah sedang Utara dan daerah sedang Selatan sebagai angin Barat. Pengaruh angin Barat di belahan bumi Utara tidak begitu terasa karena
hambatan dari benua. Di belahan bumi Selatan pengaruh angin Barat ini sangat
besar, tertama pada daerah lintang 60o LS. Di sini bertiup angin Barat yang
sangat kencang yang oleh pelaut-pelaut disebut roaring forties.
|
4)
|
Angin
Timur
|
|
Di
daerah Kutub Utara dan Kutub Selatan bumi terdapat daerah dengan tekanan
udara maksimum. Dari daerah ini mengalirlah angin ke
daerah minimum subpolar (60o LU/LS).
Angin
ini disebut angin Timur. Angin timur ini bersifat dingin karena berasal dari
daerah kutub.
|
5)
|
Angin
Muson (Monsun)/ Musim
|
|
Angin
muson ialah angin yang berganti arah secara berlawanan setiap setengah tahun.
Umumnya pada setengah tahun pertama bertiup
angin darat yang kering dan setengah tahun berikutnya bertiup angin laut yang
basah.
Pada bulan Oktober – April, matahari berada pada belahan langit Selatan,
sehingga benua Australia lebih banyak memperoleh pemanasan matahari dari
benua Asia. Akibatnya di Australia terdapat pusat tekanan udara rendah
(depresi) sedangkan di Asia terdapat pusat-pusat tekanan udara tinggi
(kompresi). Keadaan ini menyebabkan arus angin dari benua Asia ke benua
Australia. Di Indonesia angin ini merupakan angin musim Timur Laut di belahan
bumi Utara dan angin musim Barat di belahan bumi Selatan. Oleh karena angin
ini melewati Samudra Pasifik dan Samudra Hindia maka banyak membawa uap air,
sehingga pada umumnya di Indonesia terjadi Musim
Penghujan.
Pada bulan April – Oktober, matahari
berada di belahan langit Utara, sehingga benua Asia lebih panas daripada
benua Australia. Akibatnya, di Asia terdapat pusat-pusat tekanan udara
rendah, sedangkan di Australia terdapat pusat-pusat tekanan udara tinggi yang
menyebabkan terjadinya angin dari Australia menuju Asia. Di Indonesia,
terjadi angin musim timur di belahan bumi Selatan dan angin musim barat daya
di belahan bumi Utara. Oleh karena tidak melewati lautan yang luas maka angin
tidak banyak mengandung uap air oleh karena itu pada umumnya di Indonesia
terjadi musim kemarau, kecuali pantai barat Sumatera, Sulawesi Tenggara, dan pantai Selatan
Irian Jaya. Antara kedua musim tersebut ada musim yang disebut Musim
Pancaroba (Peralihan), yaitu:
Musim pancaroba yang merupakan peralihan dari musim penghujan ke musim
kemarau, dan Musim Labuh yang merupakan peralihan musim kemarau ke musim
penghujan.
|
Angin Lokal
Di
samping angin musim, di Indonesia juga terdapat angin lokal (setempat) yaitu
sebagai berikut:
1.
|
Angin
darat dan angin laut
|
|
Angin ini terjadi di daerah pantai. Pada siang hari
daratan lebih cepat menerima panas dibandingkan dengan lautan. Angin bertiup
dari laut ke darat, disebut angin laut .Sebaliknya, pada malam hari daratan lebih cepat melepaskan panas
dibandingkan dengan lautan. Daratan bertekanan maksimum dan lautan bertekanan
minimum. Angin bertiup dari darat ke laut, disebut angin darat.
|
2.
|
Angin
lembah dan angin gunung
Pada siang hari udara yang seolah-olah terkurung pada dasar lembah lebih
cepat panas dibandingkan dengan udara di puncak gunung yang lebih terbuka
(bebas), maka udara mengalir dari lembah ke puncak gunung menjadi angin
lembah. Sebaliknya pada malam hari udara mengalir dari gunung ke lembah
menjadi angin gunung.
|
3.
|
Angin
Jatuh yang sifatnya kering dan panas
Angin
Jatuh atau Fohn ialah angin jatuh
bersifatnya kering dan panas terdapat di lereng pegunungan Alpine. Sejenis
angin ini banyak terdapat di Indonesia dengan nama angin Bahorok (Deli),
angin Kumbang (Cirebon), angin Gending di Pasuruan (Jawa Timur), dan Angin
Brubu di Sulawesi Selatan).
|
4.
|
Angin Siklon dan Angin Anti siklon
|
Awan
Awan ialah kumpulan titik-titik air/kristal es di dalam udara yang terjadi
karena adanya kondensasi/sublimasi dari uap air yang terdapat dalam udara. Awan yang menempel di
permukaan bumi disebut kabut.
Menurut morfologinya
(bentuknya)
1)
|
Awan
Commulus yaitu awan yang bentuknya
bergumpal-gumpal (bunar-bundar) dan dasarnya horizontal.
|
2)
|
Awan
Stratus yaitu awan yang tipis dan tersebar luas sehingga dapat
menutupi langit secara merata. Dalam arti khusus awan stratus adalah awan
yang rendah dan luas.
|
3)
|
Awan
Cirrus yaitu awan yang berdiri sendiri yang halus dan berserat,
berbentuk seperti bulu burung. Sering terdapat kristal es tapi tidak dapat
menimbulkan hujan.
|
4)
|
Awan
Nimbus yaitu awan yang mempunyai bentuk tidak beraturan.
|
Berdasarkan
ketinggiannya
1)
|
Awan
tinggi (lebih dari 6000 m – 9000 m), karena tingginya selalu terdiri dari kristal-kristal
es.
|
|
a)
|
|
:
|
awan
tipis seperti bulu burung.
|
|
b)
|
|
:
|
awan putih merata seperti tabir.
|
|
c)
|
|
:
|
seperti
sisik ikan.
|
2)
|
Awan
sedang (2000 m – 6000 m)
|
|
a)
|
|
:
|
awan
bergumpal gumpal tebal.
|
|
b)
|
|
:
|
awan
berlapis-lapis tebal.
|
3)
|
Awan rendah (di bawah 200 m)
|
|
a)
|
|
:
|
awan
yang tebal luas dan bergumpal- gumpal.
|
|
b)
|
|
:
|
awan merata rendah dan berlapis-lapis.
|
|
c)
|
|
:
|
lapisan awan yang luas, sebagian telah merupakan hujan.
|
4)
|
Awan yang terjadi karena udara naik, terdapat pada
ketinggian 500 m–1500 m
|
|
a)
|
|
:
|
awan
bergumpal-gumpal, dasarnya rata.
|
|
b)
|
|
:
|
awan
yang bergumpal gumpal luas dan sebagian telah merupakan hujan, sering terjadi
angin ribut.
|
Kelembaban Udara
Uap air yang
terkandung di udara.
Ada dua macam kelembaban udara:
Kelembaban udara absolut, ialah banyaknya uap air yang terdapat di udara
pada suatu tempat. Dinyatakan dengan banyaknya gram uap air dalam 1 m³ udara.
Kelembaban udara relatif, ialah perbandingan jumlah uap air dalam udara
(kelembaban absolut) dengan jumlah uap air maksimum yang dapat dikandung oleh
udara tersebut dalam suhu yang sama dan dinyatakan dalam persen (%).
Contoh:
Dalam 1 m³ udara yang suhunya 20o C terdapat 14 gram uap air (basah
absolut = 14 gram), sedangkan uap air maksimum yang dapat dikandungnya pada
suhu 20o C = 20 gram.
Jadi
kelembaban relatif udara itu = 
Curah Hujan
Curah hujan yaitu jumlah air hujan yang turun pada suatu daerah dalam waktu
tertentu.
Alat untuk mengukur
banyaknya curah hujan disebut Rain gauge atau Ombrometer.
Garis pada peta yang
menghubungkan tempat-tempat yang mempunyai curah hujan yang sama disebut
Isohyet.
Hujan ialah peristiwa
sampainya air dalam bentuk cair maupun padat yang dicurahkan dari atmosfer ke
permukaan bumi.
Berdasarkan curah hujannya , dibedakan menjadi:
1)
|
hujan
sedang, 20 - 50 mm per hari
|
2)
|
hujan
lebat, 50-100 mm per hari
|
3)
|
hujan
sangat lebat, di atas 100 mm per hari
|
Berdasarkan ukuran butirannya ,hujan dibedakan menjadi:
1)
|
hujan
gerimis/drizzle, diameter butir-butirannya kurang dari 0,5 mm;
|
2)
|
hujan
salju/snow, terdiri dari kristal-kristal es yang temperatur udaranya berada
di bawah titik beku;
|
3)
|
hujan
batu es, merupakan curahan batu es yang turun di dalam cuaca panas dari awan
yang temperaturnya di bawah titik beku; dan
|
4)
|
hujan
deras/rain, yaitu curahan air yang turun dari awan yang temperaturnya di atas
titik beku dan diameter butirannya kurang lebih 7 mm.
|
Berdasarkan proses terjadinya, hujan dibedakan atas:
1)
|
Hujan
Frontal
Hujan frontal adalah hujan yang terjadi di daerah front, yang disebabkan oleh
pertemuan dua massa udara yang berbeda temperaturnya. Massa udara
panas/lembab bertemu dengan massa udara dingin/padat sehingga berkondensasi
dan terjadilah hujan.
|
2)
|
Hujan
Zenithal/ Ekuatorial/ Konveksi/ Naik Tropis
Jenis hujan ini terjadi karena udara naik disebabkan adanya pemanasan tinggi.
Terdapat di daerah tropis antara 23,5o LU - 23,5o LS.
Oleh karena itu disebut juga hujan naik tropis. Arus konveksi menyebabkan uap
air di ekuator naik secara vertikal sebagai akibat pemanasan air laut terus
menerus. Terjadilah kondensasi dan turun hujan. Itulah sebabnya jenis hujan
ini dinamakan juga hujan ekuatorial atau hujan konveksi. Disebut juga hujan
zenithal karena pada umumnya hujan terjadi pada waktu matahari melalui zenit
daerah itu. Semua tempat di daerah tropis itu mendapat dua kali hujan
zenithal dalam satu tahun.
|
3)
|
Hujan
Orografis/Hujan Naik Pegunungan
Terjadi karena udara yang mengandung uap air dipaksa oleh angin mendaki
lereng pegunungan yang makin ke atas makin dingin sehingga terjadi
kondensasi, terbentuklah awan dan jatuh sebagai hujan. Hujan yang jatuh pada
lereng yang dilaluinya disebut hujan orografis, sedangkan di lereng
sebelahnya bertiup angin jatuh yang kering dan disebut daerah bayangan hujan.
|
Klasifikasi Berbagai Tipe Iklim
Macam-macam Iklim
Klasifikasi Iklim Matahari
Sistem Klasifikasi Koppen
Koppen
membuat klasifikasi iklim berdasarkan perbedaan temperatur dan curah hujan.
Koppen memperkenalkan lima kelompok utama iklim di muka bumi yang didasarkan
kepada lima prinsip kelompok nabati (vegetasi). Kelima kelompok iklim ini
dilambangkan dengan lima huruf besar dimana tipe iklim A adalah tipe iklim
hujan tropik (tropical rainy climates), iklim B adalah tipe iklim kering
(dry climates), iklim C adalah tipe iklim hujan suhu sedang (warm
temperate rainy climates), iklim D adalah tipe iklim hutan bersalju dingin
(cold snowy forest climates) dan iklim E adalah tipe iklim kutub (polar
climates) 
Sistem Klasifikasi Schmidt-Ferguson
Pengklasifikasian
iklim menurut Schmidt-Ferguson ini didasarkan pada nisbah bulan basah dan bulan
kering seperti kriteria bulan basah dan bulan kering.
Rumus :
12Q= Rata-rata jumlah bulan keringRata-rata jumlah bulan basah ×100%">

Persebaran Curah Hujan di Indonesia
Pola
umum curah hujan di Indonesia antara lain dipengaruhi oleh letak geografis.
Secara rinci pola umum hujan di Indonesia dapat diuraikan sebagai berikut:
Pantai
sebelah barat setiap pulau memperoleh jumlah hujan selalu lebih banyak daripada
pantai sebelah timur.
Curah
hujan di Indonesia bagian barat lebih besar daripada Indonesia bagian timur.
Sebagai contoh, deretan pulau-pulau Jawa, Bali, NTB, dan NTT yang dihubungkan
oleh selat-selat sempit, jumlah curah hujan yang terbanyak adalah Jawa Barat.
Curah
hujan juga bertambah sesuai dengan ketinggian tempat. Curah hujan terbanyak
umumnya berada pada ketinggian antara 600 - 900 m di atas permukaan laut.
Di
daerah pedalaman, di semua pulau musim hujan jatuh pada musim pancaroba.
Demikian juga halnya di daerah-daerah rawa yang besar.
Bulan
maksimum hujan sesuai dengan letak DKAT.
Saat
mulai turunnya hujan bergeser dari barat ke timur seperti:
1) Pantai barat pulau Sumatera sampai ke Bengkulu mendapat hujan terbanyak pada
bulan November.
2) Lampung-Bangka yang letaknya ke timur mendapat hujan terbanyak pada bulan
Desember.
3) Jawa bagian utara, Bali, NTB, dan NTT pada bulan Januari - Februari.
Di Sulawesi Selatan
bagian timur, Sulawesi Tenggara, Maluku Tengah, musim hujannya berbeda, yaitu
bulan Mei-Juni. Pada saat itu, daerah lain sedang mengalami musim kering. Batas
daerah hujan Indonesia barat dan timur terletak pada kira-kira 120( Bujur
Timur.
Ada beberapa daerah yang
mendapat curah hujan sangat rendah dan ada pula daerah yang mendapat curah
hujan tinggi:
Daerah yang mendapat
curah hujan rata-rata per tahun kurang dari 1000 mm, meliputi 0,6% dari luas
wilayah Indonesia, di antaranya Nusa Tenggara, dan 2 daerah di Sulawesi (lembah
Palu dan Luwuk).
Daerah yang mendapat
curah hujan antara 1000 - 2000 mm per tahun di antaranya sebagian Nusa
Tenggara, daerah sempit di Merauke, Kepulauan Aru, dan Tanibar.
Daerah yang mendapat
curah hujan antara 2000 - 3000 mm per tahun, meliputi Sumatera Timur,
Kalimantan Selatan, dan Timur sebagian besar Jawa Barat dan Jawa Tengah,
sebagian Irian Jaya, Kepulauan Maluku dan sebagaian besar Sulawesi.
Daerah yang mendapat
curah hujan tertinggi lebih dari 3000 mm per tahun meliputi dataran tinggi di
Sumatera Barat, Kalimantan Tengah, dataran tinggi Irian bagian tengah, dan
beberapa daerah di Jawa, Bali, Lombok, dan Sumba.
Perlu Anda ketahui
pula bahwa hujan terbanyak di Indonesia terdapat di Baturaden Jawa Tengah,
yaitu curah hujan mencapai 7,069 mm/tahun. Hujan paling sedikit di Palu
Sulawesi Tengah, merupakan daerah yang paling kering dengan curah hujan sekitar
547 mm/tahun.
Vegetasi alam menurut Iklim
Hubungan iklim dengan bentang alam
Jenis-jenis vegetasi alam menurut iklim
Pengaruh ketinggian daerah
Pengaruh bentang lahan dan keadaan tanah
Persebaran jenis vegetasi alam
Perubahan Iklim Global
El Nino
La Nina