), auto;}

Kamis, 01 November 2012

Atmosfer Bumi


Atmosfer Bumi
Atmosfir bumi adalah lapisan udara yang mengelilingi atau menyelubungi bumi yang bersama-sama dengan bumi melakukan rotasi dan berevolusi mengelilingi matahari. Udara yang terkandung dalam atmosfir merupakan campuran dan kombinasi dari gas, debu dan uap air. Atmosfir berguna untuk melindungi makhluk hidup yang yang ada di muka bumi karena membantu menjaga stabilitas suhu udara siang dan malam, menyerap radiasi dan sinar ultraviolet yang sangat berbahaya bagi manusia dan makhluk bumi lainnya.
. Di bumi, atmosfer terdapat dari ketinggian 0km di atas permukaan tanah, sampai dengan sekitar 560 km dari atas permukaan bumi. Atmosfer tersusun atas beberapa lapisan, yang dinamai menurut fenomena yang terjadi di lapisan tersebut. Transisi antara lapisan yang satu dengan yang lain berlangsung bertahap. Studi tentang atmosfer mula-mula dilakukan untuk memecahkan masalah cuaca, fenomena pembiasan sinarmatahari saat terbit dan tenggelam, serta kelap-kelipnya bintang. Dengan peralatan yang sensitif yang dipasang di wahana luar angkasa, kita dapat memperoleh pemahaman yang lebih baik tentang atmosfer berikut fenomena-fenomena yang terjadi di dalamnya.

Atmosfer Bumi terdiri atas nitrogen (78.17%) danoks igen (20.97%), dengan sedikit argon (0.9%),karbondioksida (variabel, tetapi sekitar 0.0357%), uap air, dangas lainnya. Atmosfer melindungi kehidupan dibumi dengan menyerapradias i sinarultraviolet dari matahari dan mengurangi suhu ekstrem diantara siang dan malam. 75% dari atmosfer ada dalam 11 km dari permukaan planet. Atmosfer tidak mempunyai batas mendadak, tetapi agak menipis lambat laun dengan menambah ketinggian, tidak ada batas pasti antara atmosfer dan angkasa luar.

Troposfer
Lapisan ini berada pada level yang terendah, campuran gasnya paling ideal untuk menopang kehidupan di bumi. Dalam lapisan ini kehidupan terlindung dari sengatan radiasi yang dipancarkan oleh benda-benda langit lain. Dibandingkan dengan lapisan atmosfer yang lain, lapisan ini adalah yang paling tipis (kurang lebih 15 kilometer dari permukaan tanah). Dalam lapisan ini, hampir semua jenis cuaca, perubahan suhu yang mendadak, angin tekanan dan kelembaban yang kita rasakan sehari-hari berlangsung. Ketinggian yang paling rendah adalah bagian yang paling hangat dari troposfer, karena permukaan bumi menyerap radiasi panas dari matahari dan menyalurkan panasnya ke udara. Biasanya, jika ketinggian bertambah, suhu udara akan berkurang secara tunak (steady), dari sekitar 17
sampai -52. Pada permukaan bumi yang tertentu, seperti daerah pegunungan dan dataran tinggi dapat menyebabkan anomali terhadap gradien suhu tersebut.
Diantara stratosfer dan troposfer terdapat lapisan yang disebut lapisan Tropopouse.

Stratosfer
Perubahan secara bertahap dari troposfer ke stratosfer dimulai dari ketinggian sekitar 11 km. Suhu di lapisan stratosfer yang paling bawah relatif stabil dan sangat dingin yaitu - 70oF atau sekitar - 57oC. Pada lapisan ini angin yang sangat kencang terjadi dengan pola aliran yang tertentu.Disini juga tempat terbangnya pesawat.Aw an tinggi jeniscir r us kadang-kadang terjadi di lapisan paling bawah, namun tidak ada pola cuaca yang signifikan yang terjadi pada lapisan ini. Dari bagian tengah stratosfer keatas, pola suhunya berubah menjadi semakin bertambah semakin naik, karena bertambahnya lapisan dengan konsentrasiozon yang bertambah. Lapisan ozon ini menyerap radiasi sinar ultra ungu. Suhu pada lapisan ini bisa mencapai sekitar 18oC pada
ketinggian sekitar 40 km. Lapisans tr atopaus e memisahkan stratosfer dengan lapisan berikutnya

Mesosfer
Kurang lebih 25 mil atau 40km diatas permukaan bumi terdapat lapisan transisi menuju lapisan mesosfer. Pada lapisan ini, suhu kembali turun ketika ketinggian bertambah, sampai menjadi sekitar - 143oC di dekat bagian atas dari lapisan ini, yaitu kurang lebih 81 km diatas permukaan bumi. Suhu serendah ini memungkinkan terjadi awannoctilucent, yang terbentuk dari kristal es.

Termosfer
Transisi dari mesosfer ke termosfer dimulai pada ketinggian sekitar 81 km. Dinamai termosfer karena terjadi kenaikan temperatur yang cukup tinggi pada lapisan ini yaitu sekitar 1982oC. Perubahan ini terjadi karena serapan radiasi sinar ultra ungu. Radiasi ini menyebabkan reaksi kimia sehingga membentuk lapisan bermuatan listrik yang dikenal dengan namaionos fer, yang dapat memantulkan gelombang radio. Sebelum munculnya era satelit, lapisan ini berguna untuk membantu memancarkan gelombang radio jarak jauh. Fenomenaaurora yang dikenal juga dengan cahaya utara atau cahaya selatan terjadi disini.

Eksosfer
Adanya refleksi cahayamatahar i yang dipantulkan oleh partikel debu meteoritik. Cahaya matahari yang dipantulkan tersebut juga disebut sebagai cahaya Zodiakal

Atmosfir bumi adalah lapisan udara yang mengelilingi atau menyelubungi bumi yang bersama-sama dengan bumi melakukan rotasi dan berevolusi mengelilingi matahari. Udara yang terkandung dalam atmosfir merupakan campuran dan kombinasi dari gas, debu dan uap air. Atmosfir berguna untuk melindungi makhluk hidup yang yang ada di muka bumi karena membantu menjaga stabilitas suhu udara siang dan malam, menyerap radiasi dan sinar ultraviolet yang sangat berbahaya bagi manusia dan makhluk bumi lainnya.

Kandungan dalam lapisan atmosfir bumi
- Nitrogen 78,17%
- Oksigen 20,97%
- Argon 0,98%
- Karbon dioksida 0,04%
- Sisanya adalah zat lain seperti kripton, neon, xenon, helium, higrom dan ozon.

Lapisan-lapisan atmosfer bumi terdiri dari :
1. Troposfer / Troposfir
Ketinggian troposfer : 0 - 15 km
Suhu lapisan troposfir : 17 - -52 derajat celcius
Kurang lebih 80% gas atmosfer berada pada bagian ini

2. Stratosfer / Stratosfir
Ketinggian stratosfer : 15 - 40 km
Suhu lapisan stratosfer : -57 derajat celcius
Lapisan ozon yang memblokir atau menahan sinar ultraviolet berada pada lapisan ini.

3. Mesosfer / Mesosfir
Ketebalan Mesosfer : 45 - 75 km
Suhu lapisan stratosfer : -140 derajat celcius
Suhu yang sangat rendah dan dingin dapat menyebabkan awan noctilucent yang terdiri atas kristal-kristal es

4. Thermosfer / Thermosfir
Ketebalan thermosfer : 75 - 100 km
Suhu lapisan stratosfer : 80 derajat celcius

5. Ionosfer / Ionosfir
Ketebalan ionosfer : 50 - 100 km
Adalah lapisan yang bersifat memantulkan gelombang radio. Karena ada penyerapan radiasi dan sinar ultra violet maka menyebabkan timbul lapisan bermuatan listrik yang suhunya menjadi tinggi.

6. Eksosfer / Eksosfir
Ketebalan eksosfer : 500 - 700 km
Suhu lapisan stratosfer : -57 derajat celcius
Tidak memiliki tekanan udara yaitu sebesar 0 cmHg
Lapisan Atmosfer Bumi
1. Troposfer
2. Stratosfer
3. Mesosfer
4. Termosfer (ionosfer)
5. Eksosfer atau Desifasister
atmosfer3.jpg
Kandungan Udara Atmosfer
Nama Gas
Simbol Kimia
Volume (%)
Nitogen
Oksigen
Argon
Karbondioksida
Neon
Helium
Ozon
Hidrogen
Krypton
Metana
Xenon
N2
O2
Ar
CO2
Ne
He
O3
H2
Kr
CH4
Xe
78,08
20,95
0,93
0,034
0,0018
0,0052
0,0006
0,00005
0,00011
0,00015
Sangat kecil
Lapisan I – Troposfer
  • Lapisan terbawah dari atmosfer bumi
  • Terletak pada ketinggian 0 – 18 km di atas permukaan bumi.
  • Memiliki pengaruh besar terhadap kehidupan mahkluk hidup di muka bumi
  • Terjadi peristiwa-peristiwa seperti cuaca dan iklim
  • 80% dari seluruh massa gas yang terkandung dalam atmosfer terdapat pada lapisan ini
  • Memiliki ciri khas : suhu (temperatur) udara menurun sesuai dengan perubahan ketinggian, yaitu setiap naik 100 meter dari permukaan bumi, suhu (temperatur) udara menurun sebesar ± 0,5°C
Lapisan II – Stratosfer
  • Terletak pada ketinggian antara 18 – 49 km dari permukaan bumi.
  • Ditandai dengan adanya proses inversi suhu, artinya suhu udara bertambah tinggi seiring dengan kenaikan ketinggian.
  • Tidak ada lagi uap air,awan ataupun debu atmosfer
  • Pesawat-pesawat yang menggunakan mesin jet terbang pada lapisan ini.
Lapisan III – Mesosfer
  • Terletak pada ketinggian antara 49 – 82 km dari permukaan bumi.
  • Merupakan lapisan pelindung bumi dari jatuhan meteor atau benda-benda angkasa luar lainnya.
  • Ditandai dengan penurunan suhu (temperatur) udara, rata-rata 0,4°C per seratus meter
  • Temperatur terendah di mesosfer kurang dari -81°C,
Lapisan IV – Termosfer/Ionosfer
  • Terletak pada ketinggian antara 82 – 800 km dari permukaan bumi.
  • Tempat terjadinya ionisasi partikel-partikel yang dapat memberikan efek pada perambatan/refleksi gelombang radio, baik gelombang panjang maupun pendek
  • Kenaikan temperatur dapat berlangsung mulai dari – 100°C hingga ratusan bahkan ribuan derajat celcius
  • Lapisan yang paling tinggi dalam termosfer adalah termopause
  • Temperatur termopause konstan terhadap ketinggian, tetapi berubah dengan waktu karena pengaruh osilasi
Lapisan IV – Eksosfer/Desifasister
  • Terletak pada ketinggian antara 800 – 1000 km dari permukaan bumi
  • Merupakan lapisan paling panas dan molekul udara dapat meninggalkan atmosfer sampai ketinggian 3.150 km dari permukaan bumi
  • Merupakan tempat terjadinya gerakan atom-atom secara tidak beraturan
  • Disebut pula dengan ruang antar planet dan geostasioner.
Lapisan ini sangat berbahaya, karena merupakan tempat terjadi kehancuran meteor dari angkasa luar
ATMOSFER
I. Pengertian
Berasal dari bahasa Yunani, yaituat mos (uap) danshpaira (bola/bumi). Jadi, atmosfer mempunyai
pengertian selubung berwujud gas yang mengelilingi bumi.
II. Keadaan cuaca
Terdiri dari empat unsur pokok yang saling mempengaruhi:
Matahari.
Posisi suatu daerah terhadap garis lintang bumi.
Atmosfer.
Relief muka bumi.
III.Kegunaan atmosfer
IV.Komposisi udara
Komposisi udara bersih sangat bervariasi dari satu tempat ke tempat yang lain di seluruh dunia.
Rata-rata persentase (per volume) gas dalam udara bersih dan kering:
Nitrogen 78%
Oksigen 20,8%
Argon 0,9%
Gas lain 0,3%
Gas lain (helium, neon, krypton, xenon, hydrogen, dan methan) merupakan gas yang permanen. Gas yang tidak permanen misalnya karbondioksida, ozon, amoniak, uap air, karbonmonoksida, sulfurdioksida, dll.
Udara juga mengandung uap air yang jumlahnya bervariasi. Udara kering (misal di daerah gurun)
mengandung sedikit uap air. Udara basah (misal di wilayah hutan tropis) bisa mengandung 6% uap air




v. struktur vertical atmosfer



1.Lapisan troposfer
Gejala cuaca (awan, petir, topan, badai, dan hujan) terjadi di lapisan ini. Pada lapisan troposfer terdapat penurunan suhu yang terjadi karena troposfer menyerap sangat sedikit radiasi gelombang pendek dari matahari, sementara permukaan tanah memberikan panas pada lapisan troposfer yang terletak di atasnya (dapat melalui konduksi, konveksi, adveksi, dan turbulensi), serta ada proses
kondensasi dan sublimasi yang dilepaskan oleh uap air atmosfer.
Konduksi : proses pemanasan secara merambat atau bersinggungan.
Konveksi : proses pemanasan secara vertikal.
Adveksi
: proses pemanasan secara horizontal.
Turbulensi : proses pemanasan secara tidak beraturan.
Kondensasi : proses pendinginan yang mengubah wujud uap air menjadi air.
Sublimasi : proses perubahan wujud es menjadi uap air.
Ciri-ciri lapisan troposfer:
1.Pertukaran panas banyak terjadi pada troposfer bawah, sehingga suhu turun dengan bertambahnya
ketinggian pada situasi meteorologi (ilmu tentang cuaca). Nilainya berkisar antara 0,5°C dan 1°C tiap 100 meter dengan nilai rata-rata 0,65°C tiap 100 meter. Di wilayah dataran rendah setiap kenaikan 100 meter, suhu akan mengalami penurunan 0,5° C.
2.Udara troposfer atas sangat dingin sehingga lebih berat dibandingkan dengan udara di atas
tropopause yang menyebabkan udara troposfer tidak dapat menembus tropopause.
3.Ketinggian tropopause lebih besar di ekuator daripada di daerah kutub. Di ekuator, tropopause
terletak pada ketinggian 18 km dengan suhu -80°C. Sedangkan di kutub tropopause hanya mencapai ketinggian 6 km dengan suhu -40°C.Tr op o p a u se adsalah lapisan udara yang terdapat di antara troposfer dengan stratosfer.
2.Lapisan stratosfer
Lapisan atmosfer di atas tropopause merupakan lapisan inversi, artinya suhu udara bertambah tinggi (panas) seiring dengan naiknya ketinggian. Disebut juga lapisan isothermis. Kenaikan suhu ini disebabkan oleh lapisan ozonosfer yang menyerap radiasi ultraviolet dari matahari. Bagian atas stratosfer dibatasi oleh permukaan diskontinuitas suhu yang disebutstratopause. Stratopause terletak pada ketinggian 60 km dengan suhu 0°C.
3.Lapisan mesosfer
Lapisan mesosfer ditandai dengan penurunan orde suhu 0,4°C setiap 100 meter, karena lapisan ini mempunyai keseimbangan radiasi yang negatif. Bagian atas mesosfer dibatasi olehmesopause yaitu lapisan di dalam atmosfer yang mempunyai suhu paling rendah (-100°C). Ketinggian sekitar 85 km.
4.Lapisan termosfer
Lapisan ini terletak pada ketinggian 85-300 km yang ditandai dengan kenaikan suhu dari -100°C sampai ratusan bahkan ribuan derajad.

                           

  http://htmlimg2.scribdassets.com/9d9ogur3eazxa8/images/2-020ba6b54e/000.jpg

Bagian atas lapisan atmosfer dibatasi olehter mopause yang meluas dari ketinggian 300- 1000 km. Suhu termopause adalah konstan terhadap ketinggian, tetapi berubah menurut waktu, yaitu berhubungan dengan insolasi (incoming solar radiation). Suhu pada malam hari berkisar antara 300°-1200°C dan pada siang hari 700°-
1700°C. Densitas termopause sangat kecil, kira-kira 10 kali densitas atmosfer permukaan tanah


Gambar-gambar atmosfer








DINAMIKA PERUBAHAN ATMOSFER DAN DAMPAKNYA TERHADAP KEHIDUPAN
DINAMIKA PERUBAHAN ATMOSFER DAN DAMPAKNYA TERHADAP KEHIDUPAN
ATMOSFER
  1. Pengertian
Berasal dari kata atmos = uap dan spaira = bola
Atmosfer : lapisan udara yang menyelubungi/ menyelimuti bumi
Unsur gas yang dominant :
Nitrogen 78,08%
Oksigen 20,95%
Argon 0,95%
Karbon dioksida 0,034%
  1. Lapisan
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjeROSVevbODl4CiBxtpgL8epo6i9PuCnoSSTJtGHfHPwYkx1FphvyuaymSZkyX6X4vGBcMjTGmGw236Sbxu0R_BJltAcTAn5NeE7Wfviq3tjFOO4MLh_ynB57r-q0_tD_dhil4_dLPac8/s320/atmosphere.jpg
Ozon (O3) mempunyai fungsi melindungi bumi dari radiasi sinar Ultraviolet
Ozon sekarang ini mulai menipis akibat pengaruh CFC dan CO2
Bahaya penipisan Ozon :
Kesehatan manusia
Bahaya terhadap kesehatan air dan Ekosistem Laut
Mempengaruhi pertumbuhan tanaman
Greenhouse gasses = gas rumah kaca
Greenhouse effect = efek rumah kaca
Global Warming = pemanasan global akibat effek rumah kaca
  1. Gejala Optik di Atmosfer
Pelangi
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhVbbN14ErpRtDyZ8_swznMyijF7p42EfCPLtT3uzOTkDOqwijGlNzKRMoLvpoDj-cPifILEYGu4NDGgDRVQ3_XXi1-dBTuGL5gdE9Za172ula89OG-B1aX8oCf5qYh404mYa33SteaeRg/s320/Pelangi.jpg
Halo : lingkaran sinar putih di sekeliling matahari atau bulan
Aurora : cahaya yang bersinar pada malam hari di sekitar kutub
Fatamorgana : ilusi optic yang terjadi karena pembiasan sinar matahari oleh lapisan udara yang mempunyai kerapan yang berbeda
Dinamika Unsur-Unsur Cuaca dan Iklim
Penyinaran Matahari
Beberapa hal yang mempengaruhi pemanasan permukaan bumi oleh sinar mata hari :
Sudut datang sinar matahari
Lamanya penyinaran
Ketinggian tempat
Keadaan/ kondisi udara
Angin dan arus laut
Keadaan tanah
Sifat permukaan (darat cepat menerima panas dari pada lautan)
Proses pemanasan udara :
Konduksi (bersinggungan): molekul udara bersinggungan dengan permukaan bumi yang menyimpan panas
Konveksi : pemanasan secara vertical.
Adveksi: penyebaran panas secara horizontal
Turbulensi: persebaran panas secara berputar
Suhu Udara
Alat ukur: thermometer
Suhu udara adalah keadaan panas atau dinginnya udara. Alat untuk mengukur suhu udara atau derajat panas disebut thermometer Biasanya pengukuran dinyatakan dalam skala Celcius (C), Reamur (R), dan Fahrenheit (F).
Tiap kenaikan bertambah 100 meter, suhu udara berkurang (turun) rata-rata 0,6oC. Penurunan suhu semacam ini disebut gradient temperatur vertikal atau lapse rate. Pada udara kering, besar lapse rate adalah 1oC.
Untuk mengetahui temperatur rata-rata suatu tempat digunakan rumus:
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhJn-2H-B2pejg2UQ2h0TJkvp4q1LqcxD1FFQCxmg_avK303pjMVsORIMYgmwnz9aW-Hm2c5mp0bIMPjz1WIQhuGwuwYeH0jqqBKfzKqgVtlw5J2309Uu7RzNCHA-YsmrcoUZfyHMqmuR0/s320/Rumus+Temperatur.jpg
Keterangan:
Tx = temperatur rata rata suatu tempat (x) yang dicari
To = temperatur suatu tempat yang sudah diketahui
h = tinggi tempat (x)
Contoh:
Temperatur permukaan laut = 27o C. Kota X tingginya 1500 m (di Indonesia).
Tanya: Berapa temperatur rata rata kota X?
Jawab:
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi_22yogDvQvupqFH5BYC_ShSHb2_akaxUq4kerALwAIKWLz-uk6hOe7j3QY7Z6TMvPrFMEF1wOysJs1zSj4OQi9H5lEejntJiEi5GKl2x6fBfBWkgFoVV8_aESukz1Hh1s7spcu5q1mxc/s320/Ngitung+temperatur.jpg
Tekanan Udara
Tekanan udara: tekanan yang disebabkan oleh gaya berat udara itu sendiri.
Alat ukur : Barometer
Altimeter : alat ukur tekanan udara yang dapat digunakan untuk menentukan ketinggian tempat
Tekanan udara menunjukkan tenaga yang bekerja untuk menggerakkan masa udara dalam setiap satuan luas tertentu. Tekanan udara semakin rendah apabila semakin tinggi dari permukaan laut.
Satuan ukuran tekanan udara adalah milibar (mb).
1 mb = 3/4 mm tekanan air raksa (t.a.r)
atau
1.013 mb = 76 cm t.a.r = 1 atmosfer
Garis pada peta yang menghubungkan tempat-tempat yang sama tekanan udaranya disebut isobar.
Angin
Angin: udara yang bergerak.
Hukum Buys Ballot :
Angin bertiup dari daerah bertekanan maksimum ke daerah bertekanan minimum, di daerah selatan katulistiwa berbelok kaearah kiri dan di utara katulistiwa kea rah kanan”.
Alat ukur : Anemometer
Ada tiga hal penting yang menyangkut sifat angin yaitu:
Kekuatan angin
Arah angin
Kecepatan angin
Sistem/ Jenis Angin
1)
Angin Passat

Angin passat adalah angin bertiup tetap sepanjang tahun dari daerah subtropik menuju ke daerah ekuator (khatulistiwa). Lihat gambar 6:
a) Angin Passat Timur Laut bertiup di belahan bumi Utara.
b) Angin Passat Tenggara bertiup di belahan bumi Selatan.
Di sekitar khatulistiwa, kedua angin passat ini bertemu. Karena temperatur di daerah tropis selalu tinggi, maka massa udara tersebut dipaksa naik secara vertikal (konveksi). Daerah pertemuan kedua angin passat tersebut dinamakan Daerah Konvergensi Antar Tropik (DKAT).
DKAT ditandai dengan temperatur yang selalu tinggi. Akibat kenaikan massa udara ini, wilayah DKAT terbebas dari adanya angin topan.
Akibatnya daerah ini dinamakan daerah doldrum (wilayah tenang).
2)
Angin Anti Passat

Udara di atas daerah ekuator yang mengalir ke daerah kutub dan turun di daerah maksimum subtropik merupakan angin Anti Passat. Di belahan bumi Utara disebut Angin Anti Passat Barat Daya dan di belahan bumi Selatan disebut Angin Anti Passat Barat Laut. Pada daerah sekitar lintang 20o - 30o LU dan LS, angin anti passat kembali turun secara vertikal sebagai angin yang kering. Angin kering ini menyerap uap air di udara dan permukaan daratan. Akibatnya, terbentuk gurun di muka bumi, misalnya gurun di Saudi Arabia, Gurun Sahara (Afrika), dan gurun di Australia.
Di daerah Subtropik (30o – 40o LU/LS) terdapat daerah “teduh subtropik”yang udaranya tenang, turun dari atas, dan tidak ada angin. Sedangkan di daerah ekuator antara
10o LU - 10o LS terdapat juga daerah tenang yang disebut daerah “teduh ekuator” atau “daerah doldrum”
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjW_d-hIV8mHaC8IVt0IeDCWRPLrS02GQKObMs6fVI32xG0LOqntSNC2BZm91IyvMLnwsaJycvF1xEtnju5GeBWfekrUtkX4uAbI9o1m5PJ9YJ6gUcHG3pP9wnZKdw1fNNUVqtciXBrJgA/s320/Sikulus+angin.jpg
Gambar 6. Sirkulasi Angin.
3)
Angin Barat

Sebagian udara yang berasal dari daerah maksimum subtropis Utara dan Selatan mengalir ke daerah sedang Utara dan daerah sedang Selatan sebagai angin Barat. Pengaruh angin Barat di belahan bumi Utara tidak begitu terasa karena hambatan dari benua. Di belahan bumi Selatan pengaruh angin Barat ini sangat besar, tertama pada daerah lintang 60o LS. Di sini bertiup angin Barat yang sangat kencang yang oleh pelaut-pelaut disebut roaring forties.
4)
Angin Timur

Di daerah Kutub Utara dan Kutub Selatan bumi terdapat daerah dengan tekanan udara maksimum. Dari daerah ini mengalirlah angin ke daerah minimum subpolar (60o LU/LS).
Angin ini disebut angin Timur. Angin timur ini bersifat dingin karena berasal dari daerah kutub.
5)
Angin Muson (Monsun)/ Musim

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhszWGu189r8mm3k5x5a_6Xb8vmHhPcNW_PuDTyNsRpqz5nXYepEO8OiAZBDV9ic_iC_H6quew25MKuVPuHwwQEN3dDER-i7zIZQ8VgVIJ36zHyC-2VayUYdyKV71Rkt9By54NtyuiHtvQ/s320/angin+muson.bmp
Angin muson ialah angin yang berganti arah secara berlawanan setiap setengah tahun. Umumnya pada setengah tahun pertama bertiup angin darat yang kering dan setengah tahun berikutnya bertiup angin laut yang basah.
Pada bulan Oktober – April, matahari berada pada belahan langit Selatan, sehingga benua Australia lebih banyak memperoleh pemanasan matahari dari benua Asia. Akibatnya di Australia terdapat pusat tekanan udara rendah (depresi) sedangkan di Asia terdapat pusat-pusat tekanan udara tinggi (kompresi). Keadaan ini menyebabkan arus angin dari benua Asia ke benua Australia. Di Indonesia angin ini merupakan angin musim Timur Laut di belahan bumi Utara dan angin musim Barat di belahan bumi Selatan. Oleh karena angin ini melewati Samudra Pasifik dan Samudra Hindia maka banyak membawa uap air, sehingga pada umumnya di Indonesia terjadi
Musim Penghujan.
Pada bulan April – Oktober, matahari berada di belahan langit Utara, sehingga benua Asia lebih panas daripada benua Australia. Akibatnya, di Asia terdapat pusat-pusat tekanan udara rendah, sedangkan di Australia terdapat pusat-pusat tekanan udara tinggi yang menyebabkan terjadinya angin dari Australia menuju Asia. Di Indonesia, terjadi angin musim timur di belahan bumi Selatan dan angin musim barat daya di belahan bumi Utara. Oleh karena tidak melewati lautan yang luas maka angin tidak banyak mengandung uap air oleh karena itu pada umumnya di Indonesia terjadi musim kemarau, kecuali pantai barat Sumatera, Sulawesi Tenggara, dan pantai Selatan Irian Jaya. Antara kedua musim tersebut ada musim yang disebut Musim Pancaroba (Peralihan), yaitu:
Musim pancaroba yang merupakan peralihan dari musim penghujan ke musim kemarau, dan Musim Labuh yang merupakan peralihan musim kemarau ke musim penghujan.
Angin Lokal
Di samping angin musim, di Indonesia juga terdapat angin lokal (setempat) yaitu sebagai berikut:
1.
Angin darat dan angin laut

Angin ini terjadi di daerah pantai. Pada siang hari daratan lebih cepat menerima panas dibandingkan dengan lautan. Angin bertiup dari laut ke darat, disebut angin laut .Sebaliknya, pada malam hari daratan lebih cepat melepaskan panas dibandingkan dengan lautan. Daratan bertekanan maksimum dan lautan bertekanan minimum. Angin bertiup dari darat ke laut, disebut angin darat.
2.
Angin lembah dan angin gunung
Pada siang hari udara yang seolah-olah terkurung pada dasar lembah lebih cepat panas dibandingkan dengan udara di puncak gunung yang lebih terbuka (bebas), maka udara mengalir dari lembah ke puncak gunung menjadi angin lembah. Sebaliknya pada malam hari udara mengalir dari gunung ke lembah menjadi angin gunung.
3.
Angin Jatuh yang sifatnya kering dan panas
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjA1yrdPRKJeU8pvdYe3Lj3nfwYE0aGtNTpHWG82_yVAvkSoujERmBTfeXvLJUReknBf3ncpjTEjy4n6hiKbpzLJ2tPWPluwU7S1NXO_MoQRGEF6Htu5lCGvZFnGuj6BJXGhE7r2Pkgw3s/s320/Angin+Fohn.jpg
Angin Jatuh atau Fohn ialah angin jatuh bersifatnya kering dan panas terdapat di lereng pegunungan Alpine. Sejenis angin ini banyak terdapat di Indonesia dengan nama angin Bahorok (Deli), angin Kumbang (Cirebon), angin Gending di Pasuruan (Jawa Timur), dan Angin Brubu di Sulawesi Selatan).
4.
Angin Siklon dan Angin Anti siklon
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgeHPTXNONSASCOOGJsmE_DzYoh_KTD04l0pVd8bDiSMdAHvXorkaCmekduCPh1vTOzTU6o3LJdO8W2HeNbYp89h_zcm3-DYc-A1VF_1pyVVihTgjlQ4RsR4srW7uxIA38zsY9H21ceJD4/s320/Angin+Siklon.jpg
Awan
Awan ialah kumpulan titik-titik air/kristal es di dalam udara yang terjadi karena adanya kondensasi/sublimasi dari uap air yang terdapat dalam udara. Awan yang menempel di permukaan bumi disebut kabut.
Menurut morfologinya (bentuknya)
1)
Awan Commulus yaitu awan yang bentuknya bergumpal-gumpal (bunar-bundar) dan dasarnya horizontal.
2)
Awan Stratus yaitu awan yang tipis dan tersebar luas sehingga dapat menutupi langit secara merata. Dalam arti khusus awan stratus adalah awan yang rendah dan luas.
3)
Awan Cirrus yaitu awan yang berdiri sendiri yang halus dan berserat, berbentuk seperti bulu burung. Sering terdapat kristal es tapi tidak dapat menimbulkan hujan.
4)
Awan Nimbus yaitu awan yang mempunyai bentuk tidak beraturan.
Berdasarkan ketinggiannya
1)
Awan tinggi (lebih dari 6000 m – 9000 m), karena tingginya selalu terdiri dari kristal-kristal es.

a)
:
awan tipis seperti bulu burung.

b)
:
awan putih merata seperti tabir.

c)
:
seperti sisik ikan.
2)
Awan sedang (2000 m – 6000 m)

a)
:
awan bergumpal gumpal tebal.

b)
:
awan berlapis-lapis tebal.
3)
Awan rendah (di bawah 200 m)

a)
:
awan yang tebal luas dan bergumpal- gumpal.

b)
:
awan merata rendah dan berlapis-lapis.

c)
:
lapisan awan yang luas, sebagian telah merupakan hujan.
4)
Awan yang terjadi karena udara naik, terdapat pada ketinggian 500 m–1500 m

a)
:
awan bergumpal-gumpal, dasarnya rata.

b)
:
awan yang bergumpal gumpal luas dan sebagian telah merupakan hujan, sering terjadi angin ribut.
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhNjkgiHzhanq5s_gFV-0zx3SSGHrJyqQGtCze4lWCdoBdiL11QYw2so0nuNZEBwn8yR6kjYHBN9Q9gwkucgzxHPZpKaQNJJv1-5EqUG8e-VEGzYIlfCmRnyjv4_f_hYyb7OnnXnvmXQCo/s320/Awan.bmp
Kelembaban Udara
Uap air yang terkandung di udara.
Ada dua macam kelembaban udara:
Kelembaban udara absolut, ialah banyaknya uap air yang terdapat di udara pada suatu tempat. Dinyatakan dengan banyaknya gram uap air dalam 1 m³ udara.
Kelembaban udara relatif, ialah perbandingan jumlah uap air dalam udara (kelembaban absolut) dengan jumlah uap air maksimum yang dapat dikandung oleh udara tersebut dalam suhu yang sama dan dinyatakan dalam persen (%).
Contoh:
Dalam 1 m³ udara yang suhunya 20o C terdapat 14 gram uap air (basah absolut = 14 gram), sedangkan uap air maksimum yang dapat dikandungnya pada suhu 20o C = 20 gram.
Jadi kelembaban relatif udara itu = https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiVaW-WbTvpKiRRcJCKofVpvMPpGOgjS5p5cvQ8yMZWviW8b7unEKyNUIkTS4tQ-vDFw0QkjsdwAYjMV8UW0iIKrbLkhGWKYQVAM8b8O1xwz68D0pBW42dF1HCYdHO1URWxJIhihQd07qI/s320/Kelembaban+relatif.jpg
Curah Hujan
Curah hujan yaitu jumlah air hujan yang turun pada suatu daerah dalam waktu tertentu.
Alat untuk mengukur banyaknya curah hujan disebut Rain gauge atau Ombrometer.
Garis pada peta yang menghubungkan tempat-tempat yang mempunyai curah hujan yang sama disebut Isohyet.
Hujan ialah peristiwa sampainya air dalam bentuk cair maupun padat yang dicurahkan dari atmosfer ke permukaan bumi.
Berdasarkan curah hujannya , dibedakan menjadi:
1)
hujan sedang, 20 - 50 mm per hari
2)
hujan lebat, 50-100 mm per hari
3)
hujan sangat lebat, di atas 100 mm per hari
Berdasarkan ukuran butirannya ,hujan dibedakan menjadi:
1)
hujan gerimis/drizzle, diameter butir-butirannya kurang dari 0,5 mm;
2)
hujan salju/snow, terdiri dari kristal-kristal es yang temperatur udaranya berada di bawah titik beku;
3)
hujan batu es, merupakan curahan batu es yang turun di dalam cuaca panas dari awan yang temperaturnya di bawah titik beku; dan
4)
hujan deras/rain, yaitu curahan air yang turun dari awan yang temperaturnya di atas titik beku dan diameter butirannya kurang lebih 7 mm.
Berdasarkan proses terjadinya, hujan dibedakan atas:
1)
Hujan Frontal
Hujan frontal adalah hujan yang terjadi di daerah front, yang disebabkan oleh pertemuan dua massa udara yang berbeda temperaturnya. Massa udara panas/lembab bertemu dengan massa udara dingin/padat sehingga berkondensasi dan terjadilah hujan.
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjnDoFa556_YXW8fWqmyVTY75PdTqLUYVSvwSKmN1hUNWnSWmaSxpEGWqLf2_qdGwSwoDv_QJ5v3K8vzBth0MKiByf3HcJ1y9D6NmV1AAhmCnw1I5ndY1k3qjDZi-L94fXYHIDNI4TqPBA/s320/Hujan+Front.jpg
2)
Hujan Zenithal/ Ekuatorial/ Konveksi/ Naik Tropis
Jenis hujan ini terjadi karena udara naik disebabkan adanya pemanasan tinggi. Terdapat di daerah tropis antara 23,5o LU - 23,5o LS. Oleh karena itu disebut juga hujan naik tropis. Arus konveksi menyebabkan uap air di ekuator naik secara vertikal sebagai akibat pemanasan air laut terus menerus. Terjadilah kondensasi dan turun hujan. Itulah sebabnya jenis hujan ini dinamakan juga hujan ekuatorial atau hujan konveksi. Disebut juga hujan zenithal karena pada umumnya hujan terjadi pada waktu matahari melalui zenit daerah itu. Semua tempat di daerah tropis itu mendapat dua kali hujan zenithal dalam satu tahun.
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjN6l9BM2qLgKJUBdJYRpOPdAuq0Tu3zocbjScI9Jjr4VzyLXe7n5iF8swcHlPoAX6NULonPuXA_0hcEeWfJZDM9lg03WC5u5nvUMW1RrNqiYGdNkRgKlKoeHiFxOpDJOEPtbFyBpNnAfg/s320/Angin+pasat.jpg
3)
Hujan Orografis/Hujan Naik Pegunungan
Terjadi karena udara yang mengandung uap air dipaksa oleh angin mendaki lereng pegunungan yang makin ke atas makin dingin sehingga terjadi kondensasi, terbentuklah awan dan jatuh sebagai hujan. Hujan yang jatuh pada lereng yang dilaluinya disebut hujan orografis, sedangkan di lereng sebelahnya bertiup angin jatuh yang kering dan disebut daerah bayangan hujan.
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEinY7svSkyiUuMAuXSqLpnvZ6bulVdhoIzus_bG-9Pu-CPCTydComkobpIAsczqWI8XRK-IRoLMPXp5Tuk6cg9nuuNsX4XmfXTArN9HggfMBo6M4TXN0o1Osr42FRGfukRv7hU2oJoOXaE/s320/Hujan+orografis.jpg
Klasifikasi Berbagai Tipe Iklim
Macam-macam Iklim
Klasifikasi Iklim Matahari
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgwYgwe3C0nQBJJQmuvPIgY82pON4hzgiAvQRfMN5M711CK2-UY3EW_8e7F4V-kjQrzNrSWrR4_zXyGBSOq17Z2MIPpz45e458jnwEu8jpZnAIuAoW5ux2dMY1tk5NU-IZrB7-hn7u1PVU/s320/Iklim+Matahari.jpg
Sistem Klasifikasi Koppen
Koppen membuat klasifikasi iklim berdasarkan perbedaan temperatur dan curah hujan. Koppen memperkenalkan lima kelompok utama iklim di muka bumi yang didasarkan kepada lima prinsip kelompok nabati (vegetasi). Kelima kelompok iklim ini dilambangkan dengan lima huruf besar dimana tipe iklim A adalah tipe iklim hujan tropik (tropical rainy climates), iklim B adalah tipe iklim kering (dry climates), iklim C adalah tipe iklim hujan suhu sedang (warm temperate rainy climates), iklim D adalah tipe iklim hutan bersalju dingin (cold snowy forest climates) dan iklim E adalah tipe iklim kutub (polar climates) https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgt-zY4Eas1eSsKJ2syxPD7PW8-MUG2CzYsyrRUnlZzsS7UT8NU-K5hORsQ1pTUPw-QMKGfwPFMhM76AxYO3YmVtzA4npZxzSfoebTuHQ2xP6-Xam0Tu97g1BmI3Mdq-CRdOuDBzRI2YgE/s320/Iklim+Koppen001.jpg
Sistem Klasifikasi Schmidt-Ferguson
Pengklasifikasian iklim menurut Schmidt-Ferguson ini didasarkan pada nisbah bulan basah dan bulan kering seperti kriteria bulan basah dan bulan kering.
Rumus :
12Q= Rata-rata jumlah bulan keringRata-rata jumlah bulan basah ×100%">
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiM9o34o1_QSsUw_200kZZYuzOlcstYvbD57hXh5RekRunt98nNk_IAOk1DrxbCWpeN9LB90RsCWdqXp_1FEaT9nC22FQFXxjCUyzdUMwT970l6xaLA-FEjKQ4VJhMfSH3A6OTksdgCVco/s320/Iklim+Schidt+F+Rumus.jpg
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjudNhNsqqBkKyfUtrf3H5BFvooBRC6a-EN9tDPKBUkCf07nDa6LHk0lXUbe7J66XI_qmPn9-Ni5tFl5uInAvGMpt82CuAaIDkrpNUUUUVNXl5zBq7V2OsKxsPLaTWKYW4UFOvy6PS61uM/s320/Iklim+Schmidt+F.jpg
Persebaran Curah Hujan di Indonesia
Pola umum curah hujan di Indonesia antara lain dipengaruhi oleh letak geografis. Secara rinci pola umum hujan di Indonesia dapat diuraikan sebagai berikut:
Pantai sebelah barat setiap pulau memperoleh jumlah hujan selalu lebih banyak daripada pantai sebelah timur.
Curah hujan di Indonesia bagian barat lebih besar daripada Indonesia bagian timur. Sebagai contoh, deretan pulau-pulau Jawa, Bali, NTB, dan NTT yang dihubungkan oleh selat-selat sempit, jumlah curah hujan yang terbanyak adalah Jawa Barat.
Curah hujan juga bertambah sesuai dengan ketinggian tempat. Curah hujan terbanyak umumnya berada pada ketinggian antara 600 - 900 m di atas permukaan laut.
Di daerah pedalaman, di semua pulau musim hujan jatuh pada musim pancaroba. Demikian juga halnya di daerah-daerah rawa yang besar.
Bulan maksimum hujan sesuai dengan letak DKAT.
Saat mulai turunnya hujan bergeser dari barat ke timur seperti:
1) Pantai barat pulau Sumatera sampai ke Bengkulu mendapat hujan terbanyak pada bulan November.
2) Lampung-Bangka yang letaknya ke timur mendapat hujan terbanyak pada bulan Desember.
3) Jawa bagian utara, Bali, NTB, dan NTT pada bulan Januari - Februari.
Di Sulawesi Selatan bagian timur, Sulawesi Tenggara, Maluku Tengah, musim hujannya berbeda, yaitu bulan Mei-Juni. Pada saat itu, daerah lain sedang mengalami musim kering. Batas daerah hujan Indonesia barat dan timur terletak pada kira-kira 120( Bujur Timur.
Ada beberapa daerah yang mendapat curah hujan sangat rendah dan ada pula daerah yang mendapat curah hujan tinggi:
Daerah yang mendapat curah hujan rata-rata per tahun kurang dari 1000 mm, meliputi 0,6% dari luas wilayah Indonesia, di antaranya Nusa Tenggara, dan 2 daerah di Sulawesi (lembah Palu dan Luwuk).
Daerah yang mendapat curah hujan antara 1000 - 2000 mm per tahun di antaranya sebagian Nusa Tenggara, daerah sempit di Merauke, Kepulauan Aru, dan Tanibar.
Daerah yang mendapat curah hujan antara 2000 - 3000 mm per tahun, meliputi Sumatera Timur, Kalimantan Selatan, dan Timur sebagian besar Jawa Barat dan Jawa Tengah, sebagian Irian Jaya, Kepulauan Maluku dan sebagaian besar Sulawesi.
Daerah yang mendapat curah hujan tertinggi lebih dari 3000 mm per tahun meliputi dataran tinggi di Sumatera Barat, Kalimantan Tengah, dataran tinggi Irian bagian tengah, dan beberapa daerah di Jawa, Bali, Lombok, dan Sumba.
Perlu Anda ketahui pula bahwa hujan terbanyak di Indonesia terdapat di Baturaden Jawa Tengah, yaitu curah hujan mencapai 7,069 mm/tahun. Hujan paling sedikit di Palu Sulawesi Tengah, merupakan daerah yang paling kering dengan curah hujan sekitar 547 mm/tahun.
Vegetasi alam menurut Iklim
Hubungan iklim dengan bentang alam
Jenis-jenis vegetasi alam menurut iklim
Pengaruh ketinggian daerah
Pengaruh bentang lahan dan keadaan tanah
Persebaran jenis vegetasi alam
Perubahan Iklim Global
El Nino
La Nina

Tidak ada komentar:

Posting Komentar